"harapan dalam ketidakmungkinan".
harapan ...
masihkah ia ada?
layakkah jika aku memilikinya? mengapa aku terus memegangnya? mengapa
ketidak bersamaan ini malah menjadi sebuah kekuatan untuk bertahan
bersama ketidakpastian?
berteman kesunyian aku
masih menggenggammu, entah mengapa tangan ini sepertinya enggan
melepaskanya begitu saja. bahkan untuk sekedar memberi jeda ia tidak
mau.
sampai saat ini aku
slalu menggenggam erat keyakinanku akanmu. meskipun mustahil terasa aku
masik tidak peduli. aku ingin kamu disini bersamaku, melanggkah bersama,
tertawa bahagia. tapi ... aku mengerti batasku dan aku tak mungkin
melewatinya. aku sadar tempatku hanya untuk menginginkanmu tanpa harus
kau penuhi.
cinta...
meski aku
menginginkanmu, itu bukan berarti aku ingin kau memilihku dan
mengalahkan orang tuamu. justru aku ingin kau sanggup memenuhi apa yang
mereka inginkan. jika kau beranggapan aku memanipulasimu untuk melawan
orang tuamu, kamu salah. maaf jika ku katakan itu yang terlintas
dibenakmu, tapi aku aku merasa memang seperti itulah yang terjadi.
cinta...
maafkan untuk rasaku.
maafkan untuk sikapku yang membuatmu jadi seperti ini. andai saja aku
bisa memahami lebih awal, aku tidak mau seperti ini.
cinta...
terimakasih karena kamu
ingin kebahagiaan menyertaiku. terimakasih untuk rasa sayang yang begitu
besar yang mungkin tidak sebanding dengan rasa yang kumiliki.
terimakasih untuk pernah ada di kehidupanku slama ini. kau tau? kamu
adalah hal yang terindah dan terbaik yang pernah aku miliki dan akan ku
inginkan sampai kapanpun.
cinta...
aku berdo'a semoga kelak
impianku bisa terwujud. impian untuk bisa hidup berdampingan denganmu
sampai akhir hayat. meskipun mustahil untuk saat ini, tapi tidak ada
yang mustahil jika Alloh sudah berkehendak.
"jangan lelah berdo'a cinta!"