Selasa, 05 Februari 2019

tentang kata hati

"harapan dalam ketidakmungkinan".

harapan ...
masihkah ia ada? layakkah jika aku memilikinya? mengapa aku terus memegangnya? mengapa ketidak bersamaan ini malah menjadi sebuah kekuatan untuk bertahan bersama ketidakpastian?
berteman kesunyian aku masih menggenggammu, entah mengapa tangan ini sepertinya enggan melepaskanya begitu saja. bahkan untuk sekedar memberi jeda ia tidak mau.
sampai saat ini aku slalu menggenggam erat keyakinanku akanmu. meskipun mustahil terasa aku masik tidak peduli. aku ingin kamu disini bersamaku, melanggkah bersama, tertawa bahagia. tapi ... aku mengerti batasku dan aku tak mungkin melewatinya. aku sadar tempatku hanya untuk menginginkanmu tanpa harus kau penuhi.
cinta...
meski aku menginginkanmu, itu bukan berarti aku ingin kau memilihku dan mengalahkan orang tuamu. justru aku ingin kau sanggup memenuhi apa yang mereka inginkan. jika kau beranggapan aku memanipulasimu untuk melawan orang tuamu, kamu salah. maaf jika ku katakan itu yang terlintas dibenakmu, tapi aku aku merasa memang seperti itulah yang terjadi.
cinta...
maafkan untuk rasaku. maafkan untuk sikapku yang membuatmu jadi seperti ini. andai saja aku bisa memahami lebih awal, aku tidak mau seperti ini.
cinta...
terimakasih karena kamu ingin kebahagiaan menyertaiku. terimakasih untuk rasa sayang yang begitu besar yang mungkin tidak sebanding dengan rasa yang kumiliki. terimakasih untuk pernah ada di kehidupanku slama ini. kau tau? kamu adalah hal yang terindah dan terbaik yang pernah aku miliki dan akan ku inginkan sampai kapanpun.
cinta...
aku berdo'a semoga kelak impianku bisa terwujud. impian untuk bisa hidup berdampingan denganmu sampai akhir hayat. meskipun mustahil untuk saat ini, tapi tidak ada yang mustahil jika Alloh sudah berkehendak.
"jangan lelah berdo'a cinta!"